Logo Kuria
Ternyata MRT Jakarta Sudah Pakai Material Komposit, Loh! Dibuat Apa Emangnya? thumbnail

Ternyata MRT Jakarta Sudah Pakai Material Komposit, Loh! Dibuat Apa Emangnya?

Published on 11/6/2025 by Admin


Kalau dulu rel kereta identik dengan baja dan beton, kini arah dunia konstruksi mulai bergeser: material komposit pelan-pelan jadi pilihan utama. Dan menariknya, Indonesia sudah mulai ikut langkah itu, loh!

Apa itu Bantalan Komposit?

Bantalan (atau sleeper) adalah elemen yang menopang rel agar stabil dan menjaga jarak antar rel tetap presisi. Biasanya terbuat dari beton atau kayu, tapi dua-duanya punya kelemahan yaitu beton berat dan mudah retak, kayu cepat lapuk dan rawan rayap.
Nah, di sinilah muncul bantalan komposit, material baru yang dikenal dengan nama FFU (Fiber-Reinforced Formed Poly-Urethane), yaitu kombinasi busa poliuretan keras dan filamen kaca.
Hasilnya? Bantalan ini ringan, kuat, tahan air, anti-korosi, dan punya umur pakai jauh lebih panjang dibanding kayu atau beton.

MRT Jakarta Jadi yang Pertama

Berdasarkan info resmi MRT Jakarta dan penelitian dari Universitas Gadjah Mada, bantalan FFU sudah digunakan pada area turn-out (wesel) jalur MRT Jakarta.
Artinya, saat kereta berpindah jalur, bagian rel ditopang oleh bantalan sintetis cerdas yang fleksibel dan tahan getaran tinggi. Teknologi seperti ini sebenarnya sudah lama dipakai di Jepang dan Eropa, dan ini adalah penerapan pertama di Indonesia untuk proyek transportasi publik berskala besar.

Kenapa Material Komposit Mulai Dilirik?

  • Lebih ringan: memudahkan transportasi dan pemasangan.
  • Tahan cuaca tropis: tidak berkarat dan tidak lapuk.
  • Daya lentur tinggi: meredam getaran, mengurangi risiko retak di rel.
  • Ramah lingkungan: bisa didaur ulang dan tidak menghasilkan limbah logam berat.
Dengan semua keunggulan itu, tidak heran kalau banyak proyek infrastruktur mulai melirik material berbasis serat (FRP). Di dunia konstruksi bangunan dan infrastruktur, bentuknya bisa lain salah satunya GFRP rebar (Glass Fiber Reinforced Polymer), atau tulangan berbahan serat kaca + campuran resin. Material seperti ini digunakan untuk menggantikan besi konvensional, dengan keunggulan:
  • Tidak karatan,
  • 4x lebih ringan dari baja,
  • dan kuat tarik 3x dari besi konvensional.
Yang sudah memproduksi dan mengimplementasikannya di proyek-proyek nyata di Indonesia adalah Kuria Bar, sistem tulangan GFRP lokal yang dirancang untuk masa depan konstruksi yang efisien dan ramah lingkungan.
Karena kalau rel saja sudah mulai pakai komposit, kenapa struktur bangunan kita masih harus bergantung pada material lama? Untuk cari tahu lebih jauh tentang Kuria Bar, bisa cek disini atau dapat menghubungi tim kami.